Pesantren Ramadhan SMK N 1 Giritontro: Bangkitkan Semangat From Zero To Hero di Bulan Suci

 

Pesantren Ramadhan SMK N 1 Giritontro: Bangkitkan Semangat From Zero To Hero di Bulan Suci

 

WONOGIRI, 3 Maret 2026 — Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti SMK Negeri 1 Giritontro pada hari pertama Pesantren Ramadhan 1447 H/2026 M, Selasa (3/3/2026). Ratusan siswa dan siswi berkumpul sejak pagi, siap mengikuti serangkaian kegiatan pembinaan karakter yang dikemas dalam tema besar "From Zero To Hero: Perubahan Diri di Bulan Ramadhan".

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan sekolah ini bukan sekadar rutinitas. Lebih dari itu, Pesantren Ramadhan dirancang sebagai ruang transformasi diri — mengajak generasi muda untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum nyata perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

 

Pagi Khidmat, Handphone Dikumpulkan

 

Rangkaian acara dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Sebelum seluruh kegiatan berlangsung, para siswa diminta mengumpulkan handphone mereka di kelas masing-masing, seiring dengan absensi dan pengumpulan zakat. Langkah ini disengaja untuk menciptakan atmosfer yang fokus dan bebas distraksi digital sejak dini.

Seluruh peserta kemudian diarahkan menuju masjid sekolah yang telah ditata rapi dengan deretan kursi, menyambut ratusan jiwa yang siap menjalani hari penuh ibadah dan ilmu.

Kegiatan dibuka dengan sholat dhuha berjamaah, yang diikuti seluruh siswa Muslim. Lantunan doa bersama mengawali hari dengan nuansa spiritual yang kuat.

 

Pembukaan Resmi dan Gema Tadarus

 

Setelah sholat dhuha, acara pembukaan resmi dipandu oleh dua panitia muda, Riana Nur Safitri dan Nayla Suci Nur'Azizah. Keduanya tampil percaya diri memandu jalannya acara di hadapan ratusan peserta.

Tadarus Al-Qur'an pun mengalun khusyuk, dipimpin oleh Tyan Aziz Musthofa dan Alvin Kurniawan dari organisasi Rohis SMK N 1 Giritontro. Dimulai dengan surah Al-Fatihah, bacaan dilanjutkan ke surah An-Naba. Suasana semakin haru dan semangat saat sholawat Nabi dikumandangkan, dipimpin oleh Ahmad Nailur Ridho dan Radista Aji Saputro — juga dari barisan Rohis.

 

Sambutan dan Pengumuman Lomba

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Slamet Wiyono Wahyu Utomo, S.Pd., kemudian menyampaikan sambutan. Dalam kesempatannya, beliau mengumumkan tiga cabang perlombaan yang akan mewarnai Pesantren Ramadhan tahun ini: Kaligrafi, Cerdas Cermat Islam (CCI), dan Sholawat Gayeng.

Antusiasme langsung terasa di wajah para siswa begitu pengumuman lomba disampaikan.

 

Tiga Arena Kompetisi, Satu Semangat

Tak lama setelah sambutan, arena-arena perlombaan pun resmi dibuka. Lomba Cerdas Cermat Islam bergulir di Aula SMK N 1 Giritontro dengan suasana kompetitif namun penuh kegembiraan. Di Gedung Pusat Keunggulan, peserta Lomba Kaligrafi menundukkan kepala, menuangkan ketelitian dan kreativitas ke atas media tulis masing-masing. Sementara itu, di teras masjid, kelompok-kelompok Sholawat Gayeng tampil dengan kekompakan yang memukau.

Seluruh cabang lomba dipandu langsung oleh anggota Rohis yang bertugas sebagai panitia teknis, menunjukkan kapasitas organisasi intra sekolah yang solid.

Istirahat, Dzuhur Berjamaah, Lalu Ilmu

 

Setelah perlombaan tuntas, seluruh siswa menunaikan sholat Dzuhur berjamaah di masjid sekolah. Barisan shaf yang rapi mencerminkan kedisiplinan dan ketertiban yang menjadi salah satu nilai utama yang ingin ditanamkan sepanjang kegiatan ini.

Sesi siang dilanjutkan dengan penyampaian materi dari KUA Kecamatan Giritontro, menghadirkan dua pemateri: Ibu Indratini dan Ibu Novi Dwi Sholihah. Sebelum masuk ke substansi materi, sesi diawali dengan ice breaking berupa tepuk tangan dan gerakan membuka-menutup tangan sambil tersenyum — cukup ampuh mencairkan suasana usai siang yang padat.

 

RQQ: Remaja Qeren dan Qur'ani

 

Materi utama yang disampaikan bertajuk RQQ — Remaja Qeren dan Qur'ani. Ibu Indratini membuka diskusi dengan memetakan tantangan masa remaja: fase yang diwarnai perubahan fisik, gejolak emosi, dan kini semakin dipengaruhi media sosial, penggunaan gadget, serta pesatnya perkembangan teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI).

"Remaja hari ini hidup di dua dunia sekaligus — dunia nyata dan dunia digital. Yang penting, jangan sampai kehilangan jati diri," ungkap pemateri.

Melengkapi sesi tersebut, Ibu Novi Dwi Sholihah mengisahkan teladan Nabi Yahya, putra Nabi Zakariyya — sosok yang namanya langsung diberikan oleh Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam Surah Maryam ayat 7–15. Nabi Yahya digambarkan sebagai pribadi yang berpegang teguh pada kitab Allah, bersih hati, taat kepada orang tua, dan berani menegakkan keadilan. Sebuah potret karakter ideal yang diharapkan dapat menginspirasi para remaja.

Ibu Novi juga membacakan niat menghafal Al-Qur'an bersama para siswa, sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap kalamullah sejak dini. Para peserta pun diingatkan pentingnya menjaga diri dalam pergaulan, terutama dengan lawan jenis.

Di penghujung sesi, konsep Moderat Wasathiyah — sikap berada di tengah antara tradisi dan modernitas — turut diperkenalkan. Remaja didorong untuk menjadi pribadi yang bijaksana, tidak larut dalam arus zaman namun juga tidak buta terhadap perkembangan.

Acara ditutup dengan penuh semangat lewat Tepuk RQQ yang dipimpin Ibu Novi, disambut riuh tepuk tangan dan senyum para peserta.

 

Penutup: Ramadhan sebagai Titik Balik

Menjelang petang, kegiatan hari pertama ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama. Handphone pun dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing di kelas.

Melalui Pesantren Ramadhan ini, SMK Negeri 1 Giritontro menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berkarakter. Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga — melainkan momentum terbaik untuk bangkit, berubah, dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

From Zero To Hero bukan slogan semata, melainkan sebuah janji kepada diri sendiri.

 

Pewarta : Renita Az-Zahra Budiani – KEIOMED (Kenshiro Media) 

Penyunting : Beni Nur Cahyadi– KEIOMED (Kenshiro Media) 

Editor : Alvina Rahmawati – KEIOMED ( Kenshiro Media)