MPLS Ramah Hari Ketiga SMK Negeri 1 Giritontro : Penguatan Karakter, Perlindungan Anak, dan Wawasan Kurikulum

 

MPLS Ramah Hari Ketiga SMK Negeri 1 Giritontro : Penguatan Karakter, Perlindungan Anak, dan Wawasan Kurikulum

Giritontro, 15 Juli 2026 – Hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMK Negeri 1 Giritontro kembali diisi dengan berbagai kegiatan yang edukatif dan inspiratif. Melalui rangkaian materi yang telah disiapkan, peserta didik baru dibekali pengetahuan, karakter, serta nilai-nilai positif sebagai bekal untuk menjalani kehidupan di lingkungan sekolah maupun saat memasuki dunia kerja.

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dilaksanakan pukul 07.00 WIB. Pembina apel pada pagi ini ialah Bapak Muh. Surahman, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menegaskan pentingnya membiasakan Budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Beliau menyampaikan bahwa budaya tersebut harus diterapkan dalam setiap lingkungan, terutama di sekolah dan dunia industri, karena menjadi salah satu cerminan sikap disiplin, profesional, dan saling menghargai.

Usai apel pagi, seluruh murid baru menuju aula untuk mengikuti rangkaian materi yang telah disiapkan oleh panitia MPLS. Setiap sesi dirancang untuk memperluas wawasan peserta didik, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga diri, serta membentuk karakter yang bertanggung jawab, disiplin, dan berintegritas.

Materi pertama mengangkat tema Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Bullying yang disampaikan oleh Aipda Harnanto dan Brigadir Ariesta Pratama. Dalam penyampaiannya, kedua narasumber mengajak peserta didik untuk memahami berbagai tantangan yang dapat mengganggu masa depan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku negatif.

Pada sesi pertama, Aipda Harnanto menjelaskan berbagai jenis narkoba beserta dampak buruk yang ditimbulkannya, baik terhadap kesehatan, prestasi belajar, maupun kehidupan sosial. Beliau juga mengajak peserta didik untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dengan memilih pergaulan yang positif, memperkuat iman dan karakter, berani menolak ajakan yang merugikan, serta segera melapor kepada guru atau orang tua apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Selanjutnya, Brigadir Ariesta Pratama menyampaikan materi mengenai bullying. Beliau menjelaskan berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital (cyberbullying). Selain itu, beliau menguraikan dampak psikologis yang dapat dialami korban, seperti hilangnya rasa percaya diri, kecemasan, stres, depresi, menurunnya semangat belajar, hingga trauma berkepanjangan. Peserta didik juga diajak untuk saling menghormati, berani menghentikan tindakan perundungan, dan menjadi teman yang peduli terhadap sesama.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Purwari Puji Rahayu, S.Pd. tentang Paradigma dan Perlindungan Anak. Beliau menjelaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, rasa aman, serta kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak peserta didik untuk bersama-sama mewujudkan sekolah impian, yaitu lingkungan belajar yang bersih, aman, nyaman, inklusif, bebas dari kekerasan dan perundungan, serta dipenuhi sikap saling menghargai, sehingga seluruh warga sekolah dapat belajar dan berkembang dengan optimal.

Ibu purwari juga menekankan mengenai pentingnya memiliki karakter yang baik saat memasuki dunia industri. Kejujuran, kedisiplinan, dan sopan santun merupakan nilai utama yang harus dimiliki setiap tenaga kerja. Sikap tersebut menjadi dasar dalam membangun kepercayaan, menciptakan lingkungan kerja yang profesional, serta mendukung keberhasilan seseorang dalam berkarier. Peserta didik diharapkan mulai membiasakan nilai-nilai tersebut sejak berada di lingkungan sekolah.

Memasuki waktu siang, kegiatan MPLS dihentikan sejenak untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik beristirahat, makan siang, dan melaksanakan ibadah salat (isoma). Waktu ini dimanfaatkan oleh seluruh murid untuk memulihkan energi sekaligus menunaikan kewajiban beribadah sebelum kembali mengikuti rangkaian materi berikutnya.

Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Slamet Wiyono Wahyu Utomo, S.Pd., menyampaikan materi mengenai kurikulum yang diterapkan di SMK Negeri 1 Giritontro. Beliau menjelaskan sistem pembelajaran yang akan dijalani peserta didik, termasuk penerapan 8 Dimensi Profil Lulusan (8 DPL) sebagai pedoman dalam membentuk lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif, sehat, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang baik sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Materi berikutnya adalah kerohanian yang disampaikan oleh Bapak Beni Nur Cahyadi, S.Pd dan Bapak Emanuel Prihmardoyo, S.Kom. Melalui sesi ini, murid diajak untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, serta membiasakan perilaku yang mencerminkan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta didik juga diingatkan agar senantiasa menjunjung tinggi sikap jujur, bertanggung jawab, saling menghormati, dan menjaga toleransi, sehingga mampu menjadi pribadi yang berintegritas baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Sebagai penutup kegiatan hari ketiga, seluruh peserta didik baru melaksanakan asesmen diagnostik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan awal, potensi, serta kebutuhan belajar setiap murid sebelum mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Hasil asesmen akan menjadi acuan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.